Connect with us

Pemerintahan

Lunasi BPIH, Calon Jamaah Haji Bangkalan Gagal Berangkat

Diterbitkan

||

Lunasi BPIH, Calon Jamaah Haji Bangkalan Gagal Berangkat

Memontum Bangkalan – Sebanyak 737 calon jemaah haji (CJH) telah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Namun, niat menunaikan ibadah haji harus diurungkan seiring mewabahnya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diseluruh dunia.

Ketua Kemenag Bangkalan, Abdul Haris mengatakan, meski para jemaah belum bisa beribadah haji tahun ini, akan dilakukan pemberangkatan ibadah haji tahun depan.

“Segera kami buat surat edaran untuk sosialisasi kepada calon jemaah haji Bangkalan yang berjumlah 737 dan kepada kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah tentang pembatalan ini sesuai dengan KMA No. 494/2020,” ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Ia juga membenarkan penundaan tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Arab Saudi. Ia berharap, dengan adanya pembatalan ini para CJH bersabar hingga tahun depan.

“Demi untuk kemaslahatan, keselamatan dan terpenuhinya syarat rukun haji, maka dimohon masyarakat bersabar dan tawakkal kepada Allah serta yakin tahun depan dapat melaksanakan haji dengan aman dan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Bangkalan, Wafir mengatakan, dari 862 CHJ yang harus melunasi, terdapat 737 lunas sedangkan 125 CJH belum melunasi.

“Total yang berhak melunasi ada 862 terbagi atas 745 reguler dan 117 cadangan. Sedangkan yang sudah lunas dan harusnya berangkat tahun ini ada 659 reguler dan 78 cadangan, sedang sisanya belum lunas,” tuturnya. (Isn/nhs/yan)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Bangkalan Berangkatkan 1400 Santri ke Ponpes Sidogiri, Dibekali Masker dan Vitamin

Diterbitkan

||

Bupati Bangkalan melepas ratusan santri
Bupati Bangkalan melepas ratusan santri

Memontum Bangkalan – Sekitar 1400 lebih santri Pondok Pesantren Sidogiri hari ini kembali. Sebelum berangkat, santri asal Bangkalan ini dibekali vitamin dan masker agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dari total tersebut santri akan kembali ke pondok secara bertahap. Pada gelombang pertama yang dilakukan saat ini sebanyak 350 santri diberangkatkan.

“Gelombang pertama hari ini, kedua tanggal 15 dan ketiga tanggal 22. Kami fasilitasi transportasi ke ponpes Sidogiri, para santri juga sudah membawa surat keterangan sehat serta kami lengkapi dengan masker dan vitamin sesuai jumlah santri yang berangkat,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia berharap, para santri bisa menerapkan protokol kesehatan di ponpes tersebut. Ia juga mengimbau agar tidak ada klaster pesantren paska keberangkatan para santri.

“Kami imbau agar menjaga protokol kesehatan dan mudah-mudahan tidak ada klaster ponpes,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas perhubungan, Muawi Arif mengatakan sesuai data terdapat 419 santri. Namun, hanya sekitar 350 santri yang berangkat sementara sisanya akan menyusul.

“Sisanya berangkat pada gelombang kedua,” singkatnya.

Sementara itu, Moh Ali Khotir, Ketua Alumni Santri Sidogiri mengatakan seluruh santri yang berangkat sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Sedangkan santri yang tidak bisa berangkat hari ini merupakan santri yang sedang melakukan isolasi mandiri tersebut.

“Sebelum berangkat dipastikan sudah isolasi mandiri, sehingga yang belum isolasi harus melakukan dahulu baru bisa berangkat,” tuturnya.

Tak cukup sampai disitu, nantinya para santri juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan setibanya di ponpes. Pemeriksaan itu berupa cuci tangan, penyerahan berkas, mensteril barang bawaan dan pemeriksaan suhu hingga akhirnya masuk kedalam pesantren. (Isn/nhs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lolos dari Refocusing, Proyek Jalan Alternatif Dikerjakan, Dewan Bangkalan: Banyak yang Lebih Urgent

Diterbitkan

||

Plt PUPR, Ishak Sudibyo
Plt PUPR, Ishak Sudibyo

Memontum Bangkalan – Berbagai proyek pembangunan di Bangkalan ditiadakan dan masuk dalam anggaran refocusing penanganan Covid-19. Namun, proyek pembangunan jalan alternatif lolos dalam lelang dan jumlah anggarannya tak dipangkas sedikitpun. Ishak Sudibyo, Plt PUPR mengatakan, seluruh tahapan proyek telah selesai. Saat ini proyek dalam pengerjaan sejak tanggal 8 Juni lalu.

“Sudah SPK sejak 8 Juni. Untuk lelangnya mei kemarin,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan, dari sekian proyek yang diajukan, pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan jalan dari Junok ke Bancaran ini dinilai menjadi prioritas. Sebab, pembangunan ini membuka akses jalan agar kendaraan berat tak melintasi kota.

“Memang tidak diserap untuk refocusing. Dari sekian proyek, ini menjadi prioritas untuk akses jalan agar tidak melintas di Jalan Kapten Syafiri,” tambahnya.

Ia bersyukur pihak Komisi C turut mengawasi proyek senilai Rp 1,3 Miliar ini. Ia berharap, proyek bisa berjalan lancar dan selesai sesuai RAB.

Sementara itu, Musawwir anggota Komisi C DPRD Bangkalan menyayangkan adanya pembangunan proyek jalan alternatif tersebut. Pihaknya menilai tak ada unsur urgensi dalam pembangunan tersebut.

“Yang lebih urgen banyak. Ini proyek meski selesai besok, tidak akan bisa langsung dilewati. Padahal semua orang saat ini sedang fokus penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan proses lelang yang dilakukan tak sesuai dengan surat edaran Kemendagri yang secara garis besar menyatakan larangan lelang sebelum adanya DPA perubahan.

“Tidak hanya itu, temuan kami di lapangan, dana senilai Rp1,2 Miliar yang digunakan itu hanya berupa material bedel dan tidak ada penggalian. Jadi hanya tanah rawa diuruk oleh bedel dan itu belasan meter,” jelasnya.

Hal itu cukup disayangkan sebab jalan alternatif tersebut akan digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, jalan tersebut nantinya menjadi jalan nasional dan harus memiliki ketahanan yang kuat terutama untuk kendaraan berat. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sambut Hari Bhayangkara ke -74, Kapolres dan Dandim Bangkalan Bagikan 10.000 Masker

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan Bagikan Masker
Kapolres Bangkalan Bagikan Masker

Memontum Bangkalan – Untuk menyambut hari Bhayangkara ke 74, Polres Bangkalan bersama Dandim 0829 membagikan 10 ribu masker untuk warga Bangkalan. Pembagian masker ini dilakukan di pasar dan disalurkan melalui polsek-polsek yang ada. Masing-masing polsek membagikan 500 masker sementara polres Bangkalan sebanyak 1500 masker.

“Kami berharap, seluruh masyarakat Bangkalan semakin mematuhi protokol kesehatan dan tidak ada lagi yang tidak menggunakan masker. Semua harus pakai masker agar kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19,”ucapnya, Senin (29/6/2020).

Masyarakat pun menyambut baik hal tersebut. Martiah (38) salah satu pengunjung pasar berterimakasih atas pemberian tersebut. Tak hanya itu, ia mengaku polres Bangkalan cukup aktif berperan dalam penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah dapat masker lagi, terimakasih Polres Bangkalan sejak awal pandemi hingga saat ini terus aktif menangani Covid-19,”pungkasnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler