Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Bangkalan Ringkus 8 Pelaku Pemerkosaan, 2 Masih ABG

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan saat merilis Pemerkosaan
Kapolres Bangkalan saat merilis Pemerkosaan

Memontum Bangkalan – Polisi berhasil meringkus 8 pelaku pemerkosaan bergilir pada seorang ibu muda beranak satu di Kecamatan Kokop beberapa waktu lalu. Dari 8 pelaku yang terlibat, 2 diantaranya dibawah umur alias ABG (Anak Baru Gede). Kedelapan pelaku memiliki peran berbeda.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, 8 pelaku ini ditangkap dalam waktu yang berbeda. Enam pelaku ditangkap di Bangkalan. Sementara dua pelaku berhasil ditangkap di bandara usai pulang dari Banjarmasin.

“Untuk MS dan MR kita berhasil tangkap di bandara Juanda usai landing dari Banjarmasin. Sementara lainnya di Bangkalan,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Delapan pelaku tersebut yakni MF (21) seorang pelajar, AR (22), J (14), MZ (21), AR (17) warga dusun Mandelang Desa Bungkeng kecamatan Tanjung Bumi, FR (19) dan SA (25) warga Desa Mandung Kecamatan Kokop, MR (21) warga Desa Tlokoh Kecamatan Kokop.

Baca : Tragis, Korban Perkosaan Bangkalan Tewas Bunuh Diri

Rama menjelaskan, 8 pelaku memiliki peran berbeda yakni MF merupakan orang ketiga yang menyetubuhi korban, AR memegang kaki kiri saat disetubuhi MR pertama kali, dan AR menyetubuhi korban urutan ke 4, J pelaku urutan keenam, MS hanya melihat saat pemerkosaan, FR ikut memegang tangan saat MF menyetubuhi korban, FR pelaku kedua yang menyetubuhi.

Sementara MR diurutan kelima, AR memegang tangan kanan dan memegang payudara korban saat J menyetubuhi korban. Sedangkan SA mengaku tidak menyetubui. Namun pelaku lain menyebut SA juga memperkosa korban.

Baca Juga : Ibu Satu Anak Diperkosa 7 Berandal, Digilir 4 Jam Tanpa Henti

“Aksi tersebut bermula saat pelaku MR datang ke 7 temannya ini dan bilang ada ‘Proyek’ dan mengajak tujuh temannya ikut mengerjai. Kemudian korban lewat dan MR menunjuk korban, lalu 8 pelaku naik 4 motor mengejar dan korban dihadang,” lanjutnya.

Kini polisi masih mendalami kasus ini. Hingga saat ini polisi belum menemukan keterlibatan dua rekan korban yang membawa korban saat itu untuk keluar rumah. Kedelapan pelaku saat ini harus mendekam di penjara dan dituntut pasal 285 dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (isn/nhs/yan)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polisi Panggil Pelaku Pelecehan Seksual di Klampis

Diterbitkan

||

Polisi Panggil Pelaku Pelecehan Seksual di Klampis

Bangkalan, Memontum Kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu kepala sekolah di Kecamatan Klampis terus bergulir. Meski sudah dua minggu M ditetapkan sebagai tersangka, pelaku pelecehan baru diamankan hari ini, Rabu (5/7/2020).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan, Aiptu Herly Susanto mengatakan, saat ini polisi sudah mengamankan tersangka. Kini tersangka dalam proses pemeriksaan BAP.

“Iya mbak, saat ini kami sedang memproses untuk BAP tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual ini ditangani polsek Klampis dan sejak tanggal 21 Juli lalu telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penahanan tersangka baru dilakukan hari ini.

Sementara itu, korban NS (24) juga telah dilakukan pemeriksaan dan menyerahkan barang bukti saat terjadi pencabulan. Diketahui, korban membawa handphone dan juga baju yang robek saat korban ditarik oleh pelaku.

“Iya, saya bawa hp dan baju yang sobek sebagai barang bukti,” jelasnya.

Ia berharap, kasus yang menimpa dirinya segera diselesaikan dan pelaku dihukum agar mendapat efek jera. Ia juga berharap, pihak kepolisian tidak pandang bulu menegakkan hukum meski pelaku merupakan adik salah satu kepala desa di Bangkalan.

Untuk diketahui, kejadian pelecehan seksual terjadi pada bulan Juni lalu saat korban yang berstatus sebagai salah satu kepala sekolah dipanggil oleh pelaku yang berstatus ketua MKKS swasta. Pelaku akhirnya melancarkan niatnya dan berusaha memperkosa korban namun tidak berhasil. (isn/nhs/man)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

12 Hari, Polres Bangkalan Bongkar 11 Kasus

Diterbitkan

||

Polres Bangkalan saat Rilis
Polres Bangkalan saat Rilis

Memontum Bangkalan – Polres Bangkalan berhasil mengungkap 11 kasus tindak kejahatan di Bangkalan selama 12 hari. Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, polisi juga berhasil menangkap 3 pelaku pelecehan seksual atau pencabulan.

Dalam ungkap kasus kali ini, terdapat satu kasi pencabulan, 2 kasus pemerkosaan serta sisanya curat,curas dan curanmor. Dari kasus tersebut, tiga kasus yang menonjol yakni pelecehan seksual yang korbannya seluruhnya masih dibawah umur.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, tiga kasus pelecehan seksual ini merupakan 3 kasus yang berbeda. Dari 3 kasi tersebut juga terdapat satu pelaku dibawah umur.

“Ada 3 pelaku yang berhasil kami amankan dari 3 kasus yang berbeda. satu pelaku masih dibawah umur,” ucapnya, Rabu (22/7/2020).

Adapun 3 pelaku tersebut yakni MI (21) warga Kamal yang menyetubuhi pacarnya yakni FS (15) warga kamal, S (14) warga Modung menyetubuhi korban F (17) hingga korban hamil, serta H (49) asal Arosbaya melakukan tindakan cabul pada MJ (16) dengan memegang alat kelamin korban saat korban ada di kamar mandi.

“Untuk kasus Modung, ada 5 pelaku. Satu berhasil kami amankan sisanya masih dalam pengejaran,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kasus di Modung merupakan pemerkosaan yang terjadi berulang kali namun tidak dalam satu waktu. Korban F diperkosa oleh kakak S dan juga 3 rekannya karena F diketahui hamil namun S enggan bertanggungjawab. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Razia Balap Liar, Polisi Sita 28 Motor

Diterbitkan

||

Sepeda motor Balap Liar saat diamankan di Mapolres Bangkalan
Sepeda motor Balap Liar saat diamankan di Mapolres Bangkalan

Memontum Bangkalan – Maraknya aksi balap liar di Jalan Raya Bancaran,Bangkalan cukup meresahkan warga. Untuk menghentikan hal tersebut, polisi melakukan razia dan berhasil mengamankan 28 kendaraan roda 2 atau sepeda motor.

Razia tersebut dilakukan pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari, Minggu (19/7/2020). Saat polisi tiba, para muda mudi baik pelaku balap dan juga penonton bubar kocar kacir.

“Sudah kami petakan lokasi-lokasi yang biasa digunakan untuk balap liar. Dan di Bancaran berhasil kami amankan 28 roda dua,” tutur Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra.

Dijelaskan, 28 kendaraan tersebut tak hanya milik pembalap liar namun juga milik penonton yang berada di lokasi tersebut. Petugas juga melakukan penyisiran dibeberapa lokasi yang diduga digunakan sebagai lintasan balap liar tersebut.

Rama juga mengimbau agar para muda-mudi tak perlu lagi melakukan aksi berbahaya tersebut. Apalagi, dalam kondisi pandemi ini sangat tidak disarankan untuk melakukan aktifitas berkerumun tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

“Balap liar itu berbahaya, potensi terjadi kecelakanan cukup besar. Tak hanya itu, di kondisi pandemi ini harusnya kita menjaga diri agar tetap dirumah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas,”tukasnya.

Kini, polisi membawa 28 kendaraan roda dua tersebut ke Mapolres Bangkalan. Untuk mengambil motor tersebut, para pemilik juga diminta membawa surat lengkap dan tak mengulangi aksi tersebut. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler