Connect with us

Hukum & Kriminal

Janggal, Dua Tersangka Kasus Perkosaan Bergilir Akui Tak Setubuhi Korban

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja

Memontum Bangkalan – Pemeriksaan kasus pemerkosaan bergilir yang dilakukan 7 orang terhadap Bunga (20) warga Kecamatan Kokop terus berlanjut. Terbaru, dua pelaku dibawah umur yang terlibat aksi bejat tersebut mengaku tak ikut menyetubuhi korban.

Dua pelaku tersebut yakni Z (14) dan R (17) mengaku kepada polisi bahwa keduanya tak menyetubuhi korban. Namun, keduanya membenarkan ikut membawa Bunga saat kejadian pemerkosaan tersebut.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, tersangka R mengaku hanya memegang payudara korban. Sementara Z mengaku hanya ikut memegangi korban saat aksi bejat tersebut terjadi.

“Dari hasil pemeriksaan, dua pelaku dibawah umur mengakui bahwa tidak menyetubuhi korban. Namun ikut membawa korban dan memegangi korban,”ujarnya, Senin (13/7/2020).

Baca : Polisi Usut Perkosaan 7 Pemuda, Anak Tomas Diduga Terlibat

Hal tersebut dirasa janggal, pasalnya pada saat dilakukan rilis oleh pihak kepolisian pada 8 juli lalu menyebutkan bahwa pelaku Z merupakan pelaku keenam yang menyetubuhi korban. Tak hanya itu, R juga disebut memegangi korban saat pelaku Z melakukan aksi bejat tersebut.

Sementara itu, Mutmainah pendamping psikologis korban juga tidak mengetahui secara pasti berapa orang pelaku yang menyetubuhi korban. Mut mengaku, korban hanya mengetahui ada 7 orang yang terlibat dalam tindak pemerkosaan tersebut.

Baca Juga : Ibu Satu Anak Diperkosa 7 Berandal, Digilir 4 Jam Tanpa Henti

“Korban sebelum meninggal mengaku bahwa ada 7 orang di lokasi tersebut. Namun siapa saja yang menyetubuhi, korban tidak ingat. Sebab mata dan mulut korban ditutup oleh pelaku,” pungkasnya.

Mut berharap, pelaku dapat mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan tersebut. Kini, ia menyerahkan seluruh proses hukum pada pihak kepolisian. (isn/nhs/yan)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polisi Panggil Pelaku Pelecehan Seksual di Klampis

Diterbitkan

||

oleh

Polisi Panggil Pelaku Pelecehan Seksual di Klampis

Bangkalan, Memontum Kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu kepala sekolah di Kecamatan Klampis terus bergulir. Meski sudah dua minggu M ditetapkan sebagai tersangka, pelaku pelecehan baru diamankan hari ini, Rabu (5/7/2020).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan, Aiptu Herly Susanto mengatakan, saat ini polisi sudah mengamankan tersangka. Kini tersangka dalam proses pemeriksaan BAP.

“Iya mbak, saat ini kami sedang memproses untuk BAP tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual ini ditangani polsek Klampis dan sejak tanggal 21 Juli lalu telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penahanan tersangka baru dilakukan hari ini.

Sementara itu, korban NS (24) juga telah dilakukan pemeriksaan dan menyerahkan barang bukti saat terjadi pencabulan. Diketahui, korban membawa handphone dan juga baju yang robek saat korban ditarik oleh pelaku.

“Iya, saya bawa hp dan baju yang sobek sebagai barang bukti,” jelasnya.

Ia berharap, kasus yang menimpa dirinya segera diselesaikan dan pelaku dihukum agar mendapat efek jera. Ia juga berharap, pihak kepolisian tidak pandang bulu menegakkan hukum meski pelaku merupakan adik salah satu kepala desa di Bangkalan.

Untuk diketahui, kejadian pelecehan seksual terjadi pada bulan Juni lalu saat korban yang berstatus sebagai salah satu kepala sekolah dipanggil oleh pelaku yang berstatus ketua MKKS swasta. Pelaku akhirnya melancarkan niatnya dan berusaha memperkosa korban namun tidak berhasil. (isn/nhs/man)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

12 Hari, Polres Bangkalan Bongkar 11 Kasus

Diterbitkan

||

oleh

Polres Bangkalan saat Rilis
Polres Bangkalan saat Rilis

Memontum Bangkalan – Polres Bangkalan berhasil mengungkap 11 kasus tindak kejahatan di Bangkalan selama 12 hari. Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, polisi juga berhasil menangkap 3 pelaku pelecehan seksual atau pencabulan.

Dalam ungkap kasus kali ini, terdapat satu kasi pencabulan, 2 kasus pemerkosaan serta sisanya curat,curas dan curanmor. Dari kasus tersebut, tiga kasus yang menonjol yakni pelecehan seksual yang korbannya seluruhnya masih dibawah umur.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, tiga kasus pelecehan seksual ini merupakan 3 kasus yang berbeda. Dari 3 kasi tersebut juga terdapat satu pelaku dibawah umur.

“Ada 3 pelaku yang berhasil kami amankan dari 3 kasus yang berbeda. satu pelaku masih dibawah umur,” ucapnya, Rabu (22/7/2020).

Adapun 3 pelaku tersebut yakni MI (21) warga Kamal yang menyetubuhi pacarnya yakni FS (15) warga kamal, S (14) warga Modung menyetubuhi korban F (17) hingga korban hamil, serta H (49) asal Arosbaya melakukan tindakan cabul pada MJ (16) dengan memegang alat kelamin korban saat korban ada di kamar mandi.

“Untuk kasus Modung, ada 5 pelaku. Satu berhasil kami amankan sisanya masih dalam pengejaran,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kasus di Modung merupakan pemerkosaan yang terjadi berulang kali namun tidak dalam satu waktu. Korban F diperkosa oleh kakak S dan juga 3 rekannya karena F diketahui hamil namun S enggan bertanggungjawab. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Razia Balap Liar, Polisi Sita 28 Motor

Diterbitkan

||

oleh

Sepeda motor Balap Liar saat diamankan di Mapolres Bangkalan
Sepeda motor Balap Liar saat diamankan di Mapolres Bangkalan

Memontum Bangkalan – Maraknya aksi balap liar di Jalan Raya Bancaran,Bangkalan cukup meresahkan warga. Untuk menghentikan hal tersebut, polisi melakukan razia dan berhasil mengamankan 28 kendaraan roda 2 atau sepeda motor.

Razia tersebut dilakukan pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari, Minggu (19/7/2020). Saat polisi tiba, para muda mudi baik pelaku balap dan juga penonton bubar kocar kacir.

“Sudah kami petakan lokasi-lokasi yang biasa digunakan untuk balap liar. Dan di Bancaran berhasil kami amankan 28 roda dua,” tutur Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra.

Dijelaskan, 28 kendaraan tersebut tak hanya milik pembalap liar namun juga milik penonton yang berada di lokasi tersebut. Petugas juga melakukan penyisiran dibeberapa lokasi yang diduga digunakan sebagai lintasan balap liar tersebut.

Rama juga mengimbau agar para muda-mudi tak perlu lagi melakukan aksi berbahaya tersebut. Apalagi, dalam kondisi pandemi ini sangat tidak disarankan untuk melakukan aktifitas berkerumun tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

“Balap liar itu berbahaya, potensi terjadi kecelakanan cukup besar. Tak hanya itu, di kondisi pandemi ini harusnya kita menjaga diri agar tetap dirumah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas,”tukasnya.

Kini, polisi membawa 28 kendaraan roda dua tersebut ke Mapolres Bangkalan. Untuk mengambil motor tersebut, para pemilik juga diminta membawa surat lengkap dan tak mengulangi aksi tersebut. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler