Connect with us

Pemerintahan

H-7, Pembangunan Fasilitas Skep Moh Noer Ditargetkan Rampung Esok

Diterbitkan

||

Seorang tukang sedang bekerja di Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer Bangkalan
Seorang tukang sedang bekerja di Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer Bangkalan

Memontum BangkalanKerapan sapi piala presiden akan digelar dalam 7 hari lagi. Hingga hari ini, pembangunan fasilitas tambahan di Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer masih dalam tahap finishing.

Menurut salah satu pekerja di stadion tersebut mengaku, ia bersama rekannya harus menyelesaikan pembangunan tersebut esok hari, Senin (30/9/2019). Ia menyampaikan, saat ini pekerjaan pembangunan tersebut sedang dikebut.

“Iya ini sudah tinggal finishing. Kita targetnya tanggal 30 selesai,” ucapnya.

Diketahui, fasilitas baru tersebut memiliki 10 kamar mandi umum dan 2 kamar mandi VIP. Selain itu, juga disediakan 21 pujasera yang terbagi menjadi dua bangunan yang terletak di depan stadion.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moh Hasan Faisol mengatakan stadion tersebut segera siap digunakan. Ia pun mengaku siap menampung 100 ribu penonton dalam kegiatan budaya masyarakat Madura tersebut.

“Pembangunan sudah 90 persen, pastinya kita siap untuk kerapan sapi tersebut. Dengan stadion yang luas itu, 100 ribu penonton dapat kami tampung,” jelasnya melalui sambungan telepon,(29/9/2019).

Dikatakan, event kerapan sapi piala presiden yang akan digelar pada tanggal 5-6 Oktober tersebut diselenggarakan secara gratis. Seluruh masyarakat dapat menikmati pagelaran yang akan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (isn/nhs/yan)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Bangkalan Berangkatkan 1400 Santri ke Ponpes Sidogiri, Dibekali Masker dan Vitamin

Diterbitkan

||

Bupati Bangkalan melepas ratusan santri
Bupati Bangkalan melepas ratusan santri

Memontum Bangkalan – Sekitar 1400 lebih santri Pondok Pesantren Sidogiri hari ini kembali. Sebelum berangkat, santri asal Bangkalan ini dibekali vitamin dan masker agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dari total tersebut santri akan kembali ke pondok secara bertahap. Pada gelombang pertama yang dilakukan saat ini sebanyak 350 santri diberangkatkan.

“Gelombang pertama hari ini, kedua tanggal 15 dan ketiga tanggal 22. Kami fasilitasi transportasi ke ponpes Sidogiri, para santri juga sudah membawa surat keterangan sehat serta kami lengkapi dengan masker dan vitamin sesuai jumlah santri yang berangkat,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia berharap, para santri bisa menerapkan protokol kesehatan di ponpes tersebut. Ia juga mengimbau agar tidak ada klaster pesantren paska keberangkatan para santri.

“Kami imbau agar menjaga protokol kesehatan dan mudah-mudahan tidak ada klaster ponpes,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas perhubungan, Muawi Arif mengatakan sesuai data terdapat 419 santri. Namun, hanya sekitar 350 santri yang berangkat sementara sisanya akan menyusul.

“Sisanya berangkat pada gelombang kedua,” singkatnya.

Sementara itu, Moh Ali Khotir, Ketua Alumni Santri Sidogiri mengatakan seluruh santri yang berangkat sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Sedangkan santri yang tidak bisa berangkat hari ini merupakan santri yang sedang melakukan isolasi mandiri tersebut.

“Sebelum berangkat dipastikan sudah isolasi mandiri, sehingga yang belum isolasi harus melakukan dahulu baru bisa berangkat,” tuturnya.

Tak cukup sampai disitu, nantinya para santri juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan setibanya di ponpes. Pemeriksaan itu berupa cuci tangan, penyerahan berkas, mensteril barang bawaan dan pemeriksaan suhu hingga akhirnya masuk kedalam pesantren. (Isn/nhs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lolos dari Refocusing, Proyek Jalan Alternatif Dikerjakan, Dewan Bangkalan: Banyak yang Lebih Urgent

Diterbitkan

||

Plt PUPR, Ishak Sudibyo
Plt PUPR, Ishak Sudibyo

Memontum Bangkalan – Berbagai proyek pembangunan di Bangkalan ditiadakan dan masuk dalam anggaran refocusing penanganan Covid-19. Namun, proyek pembangunan jalan alternatif lolos dalam lelang dan jumlah anggarannya tak dipangkas sedikitpun. Ishak Sudibyo, Plt PUPR mengatakan, seluruh tahapan proyek telah selesai. Saat ini proyek dalam pengerjaan sejak tanggal 8 Juni lalu.

“Sudah SPK sejak 8 Juni. Untuk lelangnya mei kemarin,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan, dari sekian proyek yang diajukan, pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan jalan dari Junok ke Bancaran ini dinilai menjadi prioritas. Sebab, pembangunan ini membuka akses jalan agar kendaraan berat tak melintasi kota.

“Memang tidak diserap untuk refocusing. Dari sekian proyek, ini menjadi prioritas untuk akses jalan agar tidak melintas di Jalan Kapten Syafiri,” tambahnya.

Ia bersyukur pihak Komisi C turut mengawasi proyek senilai Rp 1,3 Miliar ini. Ia berharap, proyek bisa berjalan lancar dan selesai sesuai RAB.

Sementara itu, Musawwir anggota Komisi C DPRD Bangkalan menyayangkan adanya pembangunan proyek jalan alternatif tersebut. Pihaknya menilai tak ada unsur urgensi dalam pembangunan tersebut.

“Yang lebih urgen banyak. Ini proyek meski selesai besok, tidak akan bisa langsung dilewati. Padahal semua orang saat ini sedang fokus penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan proses lelang yang dilakukan tak sesuai dengan surat edaran Kemendagri yang secara garis besar menyatakan larangan lelang sebelum adanya DPA perubahan.

“Tidak hanya itu, temuan kami di lapangan, dana senilai Rp1,2 Miliar yang digunakan itu hanya berupa material bedel dan tidak ada penggalian. Jadi hanya tanah rawa diuruk oleh bedel dan itu belasan meter,” jelasnya.

Hal itu cukup disayangkan sebab jalan alternatif tersebut akan digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, jalan tersebut nantinya menjadi jalan nasional dan harus memiliki ketahanan yang kuat terutama untuk kendaraan berat. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sambut Hari Bhayangkara ke -74, Kapolres dan Dandim Bangkalan Bagikan 10.000 Masker

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan Bagikan Masker
Kapolres Bangkalan Bagikan Masker

Memontum Bangkalan – Untuk menyambut hari Bhayangkara ke 74, Polres Bangkalan bersama Dandim 0829 membagikan 10 ribu masker untuk warga Bangkalan. Pembagian masker ini dilakukan di pasar dan disalurkan melalui polsek-polsek yang ada. Masing-masing polsek membagikan 500 masker sementara polres Bangkalan sebanyak 1500 masker.

“Kami berharap, seluruh masyarakat Bangkalan semakin mematuhi protokol kesehatan dan tidak ada lagi yang tidak menggunakan masker. Semua harus pakai masker agar kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19,”ucapnya, Senin (29/6/2020).

Masyarakat pun menyambut baik hal tersebut. Martiah (38) salah satu pengunjung pasar berterimakasih atas pemberian tersebut. Tak hanya itu, ia mengaku polres Bangkalan cukup aktif berperan dalam penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah dapat masker lagi, terimakasih Polres Bangkalan sejak awal pandemi hingga saat ini terus aktif menangani Covid-19,”pungkasnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler