Connect with us

Kabar Desa

Jembatan Penghubung Desa Mulai Runtuh, Setahun Tak Tersentuh

Diterbitkan

||

Seorang warga melintas dibawah jembatan, Rabu (2/10/2019)
Seorang warga melintas dibawah jembatan, Rabu (2/10/2019)

Memontum Bangkalan – Jembatan penghubung desa di jalan desa Dupok Kecamatan Kokop Bangkalan terlihat rusak parah. Terbukti, beberapa beton bangunan jembatan runtuh, bahkan kerusakan telah terjadi dalam satu tahun tak dapat penanganan.

Menurut Nasir, salah satu perwakilan masyarakat sekitar mengatakan kondisi ini mengkhawatirkan. Sebab, dengan kondisi kaki jembatan yang mulai runtuh, dikawatirkan pada musim hujan yang akan segera datang, jembatan tersebut bisa roboh oleh arus sungai.

“Ini sangat bahaya kalau tidak segera diatasi. Sebab, sebentar lagi musim hujan. Kalau ini sampai runtuh siapa yang bertanggungjawab. Sebab jalan ini jembatan penghubung antar desa,” ucapnya,(2/10/2019).

Sementara itu, Camat Kokop Muhammad Toha mengaku pihaknya telah melihat kondisi jembatan tersebut. Ia bahkan mendapat rekomendasi dari BPBD untuk segera meminta bantuan perbaikan.

“Kami sudah tinjau, dan itu menjadi rekom BPBD juga. Memang waktu itu sempat komunikasi juga dengan BPBD tentang jembatan itu dan memang membahayakan dikala musim hujan,” terangnya.

Kini, ia akan segera melaporkan hal tersebut pada PU Bina Marga. Ia berharap, pihak terkait dapat segera memberikan bantuan perbaikan sebab, musim hujan akan segera tiba.

“Ya tentunya kami akan lapor ke PU, semoga saja lekas mendapat respon dan perbaikan. Karena ini juga membahayakan jika tidak segera diperbaiki,”ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

3000 KK Minta BLT DD, Kades Lajing Ajak Musyawarah Warga

Diterbitkan

||

oleh

Musdes warga Desa Lajing
Musdes warga Desa Lajing

Memontum Bangkalan – Pembagiannya BLT DD desa Lajing Kecamatan Arosbaya dipersoalkan oleh warga. Kurangnya informasi membuat warga salah paham terhadap pembagian tersebut sehingga kepala desa bersama muspika setempat mengumpulkan warga untuk mengikuti musyawarah desa.

Sebelumnya, warga sebanyak 3000 kepala keluarga (KK) meminta pembagian BLT DD dibagi rata. Namun hal tersebut tak mungkin dilakukan, sebab dari anggaran DD sebanyak Rp 1,1 Miliar, hanya 30 persen anggaran digunakan untuk BLT DD sesuai dengan juknis.

Mohammad Sohib, kepala desa setempat mengatakan, musdes berjalan lancar. Setelah melalui berbagai penjelasan, masyarakat yang sebelumnya salah paham akhirnya mengerti.

“Alhamdulillah lancar, kesalahpahaman sudah selesai. Warga mengerti,” ucapnya, Senin (22/6/2020).

Sohib mengatakan, dalam pencairan BLT DD tahap dua nanti, tak ada perubahan penerima yakni total 182 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari semua penerima masing-masing dusun.

“Nah untuk BLT yg Rp 600 ini tak ada perubahan penerima, kalau untuk yang Rp 300 nanti untuk penerimanya kami rembuk lagi bersama masyarakat namun jumlahnya tetap 182 penerima,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ahmad Ahadiyan Hamid mengatakan, permasalahan di desa Lajing sudah selesai. Ia berharap masyarakat memahami dan memprioritaskan warga yang lebih membutuhkan.

“Itu cuma salah paham saja dan sudah clear. Pemilihan penerima sudah melalui berbagai proses dan kami harap masyarakat mengerti,” singkatnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler