Connect with us

Pemerintahan

BPD Ditunda Usai Pelantikan Presiden, Komisi A Terima Aduan Masyarakat

Diterbitkan

||

Komisi A saat menerima aduan masyarakat
Komisi A saat menerima aduan masyarakat

Memontum BangkalanPemilihan Badan Musyawarah Desa (BPD) yang harusnya dilakukan pada Rabu kemarin (9/10/2019) akhirnya ditunda. Namun, masyarakat secara bergilir terus megadu pada komisi A DPRD Bangkalan atas ketidak transparan proses pemilihan tersebut.

Komisi A menyimpulkan, informasi proses pemilihan BPD di daerah tidak berkembang secara rata. Akibatnya, selain keluhan masyarakat, Komisi A juga melakukan pemanggilan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

“Saya sekretaris desa Bragang kecamatan Klampis saja baru tau kemarin kalau ada pemilihan BPD. Karena saya tidak dilibatkan oleh kepala desa alias tidak dianggap,” ucap Polantas Samsul, sekretaris Desa Bragang Kecamatan Klampis, Bangkalan (10/10/2019).

Polantas datang bersama beberapa masyarakat Desa Bragang untuk mengadu pada Komisi A, ia berharap masih ada peluang untuk salah satu rekannya untuk masuk menjadi calon BPD. Sebab, menurut info yang ia dapatkan, pendaftaran telah ditutup.

Sementara itu, Ketua Komisi A Mujiburrohman mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait atas hal tersebut. Ia pun menyampaikan, penundaan BPD ini akan dilakukan sampai pelantikan presiden dilakukan pada tanggal 20 oktober mendatang.

“Ya akan kami hubungi pihak terkait, nah untuk BPD ini akan ditunda sampai pelantikan presiden. Setelah itu akan terus dibahas lagi sampai semua clear,” paparnya. (isn/nhs/yan)

 

Pemerintahan

Bupati Bangkalan Berangkatkan 1400 Santri ke Ponpes Sidogiri, Dibekali Masker dan Vitamin

Diterbitkan

||

Bupati Bangkalan melepas ratusan santri
Bupati Bangkalan melepas ratusan santri

Memontum Bangkalan – Sekitar 1400 lebih santri Pondok Pesantren Sidogiri hari ini kembali. Sebelum berangkat, santri asal Bangkalan ini dibekali vitamin dan masker agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dari total tersebut santri akan kembali ke pondok secara bertahap. Pada gelombang pertama yang dilakukan saat ini sebanyak 350 santri diberangkatkan.

“Gelombang pertama hari ini, kedua tanggal 15 dan ketiga tanggal 22. Kami fasilitasi transportasi ke ponpes Sidogiri, para santri juga sudah membawa surat keterangan sehat serta kami lengkapi dengan masker dan vitamin sesuai jumlah santri yang berangkat,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia berharap, para santri bisa menerapkan protokol kesehatan di ponpes tersebut. Ia juga mengimbau agar tidak ada klaster pesantren paska keberangkatan para santri.

“Kami imbau agar menjaga protokol kesehatan dan mudah-mudahan tidak ada klaster ponpes,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas perhubungan, Muawi Arif mengatakan sesuai data terdapat 419 santri. Namun, hanya sekitar 350 santri yang berangkat sementara sisanya akan menyusul.

“Sisanya berangkat pada gelombang kedua,” singkatnya.

Sementara itu, Moh Ali Khotir, Ketua Alumni Santri Sidogiri mengatakan seluruh santri yang berangkat sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Sedangkan santri yang tidak bisa berangkat hari ini merupakan santri yang sedang melakukan isolasi mandiri tersebut.

“Sebelum berangkat dipastikan sudah isolasi mandiri, sehingga yang belum isolasi harus melakukan dahulu baru bisa berangkat,” tuturnya.

Tak cukup sampai disitu, nantinya para santri juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan setibanya di ponpes. Pemeriksaan itu berupa cuci tangan, penyerahan berkas, mensteril barang bawaan dan pemeriksaan suhu hingga akhirnya masuk kedalam pesantren. (Isn/nhs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lolos dari Refocusing, Proyek Jalan Alternatif Dikerjakan, Dewan Bangkalan: Banyak yang Lebih Urgent

Diterbitkan

||

Plt PUPR, Ishak Sudibyo
Plt PUPR, Ishak Sudibyo

Memontum Bangkalan – Berbagai proyek pembangunan di Bangkalan ditiadakan dan masuk dalam anggaran refocusing penanganan Covid-19. Namun, proyek pembangunan jalan alternatif lolos dalam lelang dan jumlah anggarannya tak dipangkas sedikitpun. Ishak Sudibyo, Plt PUPR mengatakan, seluruh tahapan proyek telah selesai. Saat ini proyek dalam pengerjaan sejak tanggal 8 Juni lalu.

“Sudah SPK sejak 8 Juni. Untuk lelangnya mei kemarin,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan, dari sekian proyek yang diajukan, pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan jalan dari Junok ke Bancaran ini dinilai menjadi prioritas. Sebab, pembangunan ini membuka akses jalan agar kendaraan berat tak melintasi kota.

“Memang tidak diserap untuk refocusing. Dari sekian proyek, ini menjadi prioritas untuk akses jalan agar tidak melintas di Jalan Kapten Syafiri,” tambahnya.

Ia bersyukur pihak Komisi C turut mengawasi proyek senilai Rp 1,3 Miliar ini. Ia berharap, proyek bisa berjalan lancar dan selesai sesuai RAB.

Sementara itu, Musawwir anggota Komisi C DPRD Bangkalan menyayangkan adanya pembangunan proyek jalan alternatif tersebut. Pihaknya menilai tak ada unsur urgensi dalam pembangunan tersebut.

“Yang lebih urgen banyak. Ini proyek meski selesai besok, tidak akan bisa langsung dilewati. Padahal semua orang saat ini sedang fokus penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan proses lelang yang dilakukan tak sesuai dengan surat edaran Kemendagri yang secara garis besar menyatakan larangan lelang sebelum adanya DPA perubahan.

“Tidak hanya itu, temuan kami di lapangan, dana senilai Rp1,2 Miliar yang digunakan itu hanya berupa material bedel dan tidak ada penggalian. Jadi hanya tanah rawa diuruk oleh bedel dan itu belasan meter,” jelasnya.

Hal itu cukup disayangkan sebab jalan alternatif tersebut akan digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, jalan tersebut nantinya menjadi jalan nasional dan harus memiliki ketahanan yang kuat terutama untuk kendaraan berat. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sambut Hari Bhayangkara ke -74, Kapolres dan Dandim Bangkalan Bagikan 10.000 Masker

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan Bagikan Masker
Kapolres Bangkalan Bagikan Masker

Memontum Bangkalan – Untuk menyambut hari Bhayangkara ke 74, Polres Bangkalan bersama Dandim 0829 membagikan 10 ribu masker untuk warga Bangkalan. Pembagian masker ini dilakukan di pasar dan disalurkan melalui polsek-polsek yang ada. Masing-masing polsek membagikan 500 masker sementara polres Bangkalan sebanyak 1500 masker.

“Kami berharap, seluruh masyarakat Bangkalan semakin mematuhi protokol kesehatan dan tidak ada lagi yang tidak menggunakan masker. Semua harus pakai masker agar kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19,”ucapnya, Senin (29/6/2020).

Masyarakat pun menyambut baik hal tersebut. Martiah (38) salah satu pengunjung pasar berterimakasih atas pemberian tersebut. Tak hanya itu, ia mengaku polres Bangkalan cukup aktif berperan dalam penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah dapat masker lagi, terimakasih Polres Bangkalan sejak awal pandemi hingga saat ini terus aktif menangani Covid-19,”pungkasnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler