Connect with us

Pemerintahan

Komisi A DPRD Bangkalan Panggil Camat dan DPMD, Pemilihan BPD Siap 90 Persen

Diterbitkan

||

Mujiburrohman Ketua Komisi A
Mujiburrohman Ketua Komisi A

Memontum Bangkalan Komisi A DPRD Bangkalan melakukan pemanggilan terhadap 18 camat seluruh Bangkalan serta kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) hari ini, (14/10/2019). Hasilnya, 90 Persen desa se kabupaten Bangkalan siap melakukan pemilihan BPD.

Mujiburrahman Ketua Komisi A DPRD Bangkalan mengatakan, saat ini ia dan pihak terkait melakukan koordinasi kesiapan pemilihan BPD. Seluruh Camat mengatakan siap meski beberapa desa masih bermasalah.

“Sudah kami bahas tadi, semuanya bilang siap. Dan untuk kesiapannya sudah 90 persen desa siap. Ya tinggal beberapa saja yang perlu pematangan, ” Ucapnya.

Ia juga menyampaikan, proses pematangan tersebut juga akan dimaksimalkan usai pelantikan presiden. Nantinya, pemilihan BPD disepakati akan digelar serentak sesuai dengan peraturan yang ada.

“Nanti tanggal 21 sudah mulai lagi untuk finalnya, kita evaluasi lagi desa mana saja yang belum siap. Dipastikan pelaksanaan serentak sesuai dengan peraturan. Sekalipun ada yang tertinggal paling cuma satu atau dua desa saja. Namun kami upayakan serentak seluruhnya, ” Jelasnya.

Diketahui, sebelumnya banyak desa melakukan laporan untuk mengadu pada Komisi A tentang tidak adanya transparansi proses pemilihan panitia BPD. Tak hanya itu saja, bahkan di beberapa desa calon BPD ditunjuk langsung dan beberapa dusun tak memiliki perwakilan. (Isn/nhs/yan)

 

Pemerintahan

Belum Serah Terima, Pasar Tanah Merah Diduga Dirusak Orang

Diterbitkan

||

Tukang saat melakukan perbaikan plafon atap kios
Tukang saat melakukan perbaikan plafon atap kios

Memontum Bangkalan – Pembangunan pasar tanah merah tahap 1 saat ini telah rampung. Namun, belum dilakukan serah terima pada pihak pemkab, beberapa plafon dan ruang diduga dirusak orang tak dikenal.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan, Sutanto. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan dan menduga kerusakan disebabkan oleh orang usil.

“Kita sudah cek, ternyata ada ruang yang digunakan untuk bermain petasan dan menyalakan petasan didalam ruang kios. Buktinya, banyak sekali serpihan kertas bekas petasan disana. Selain itu, ada kerusakan di plafon yang tidak wajar, masak bocor saja rangka alumunium bengkok. Biasanya kan asbesnya saja yang jatuh,” terangnya, Kamis (4/6/2020).

Tak hanya itu, ia mengatakan terdapat beberapa kehilangan piranti listrik. Diantaranya 26 buah MCB listrik, 32 buah tutup MCB, 14 buah saklar dan 8 buah stop kontak. Dengan kejadian tersebut pihaknya berencana memasang cctv untuk mengawasi keamanan gedung baru pasar tanah merah.

“Akan kita pasang cctv dibeberapa titik. Waktu itu sempat kita tempatkan penjaga disana namun terjadi gesekan dengan pedagang sehingga kita tarik,” ucapnya.

Dikatakan, masa pemeliharaan gedung tersebut akan berakhir pada bulan ini. Sehingga, ia terus mengecek gedung tersebut sebelum diserah terimakan agar bisa segera diperbaiki.

“Ini masih tanggungjawab kontraktor, jadi kita cek terus agar ketika serah terima, tidak ada kerusakan yang terjadi usai masa pemeliharaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan, Rokip mengatakan, pembangunan pasar tanah merah telah sesuai dengan RAB. Pasca dilakukan sidak pada kemarin siang, ia mengaku beberapa kios dirusak oleh tangan jahil.

“Kemarin kita sidak kesana dan sudah diperbaiki. Saya menduga kerusakan itu ulah orang usil,namun itu hanya analisa saya,” ucapnya.

Ia pun berharap pasar tanah merah dapat segera rampung dan bisa ditempati. Dikatakan, pembangunan pasar tersebut perlu anggaran tambahan agar seluruh gedung dapat difungsikan.

“Masih menunggu anggaran untuk tahap dua. Semoga segera bisa selesai dan ditempati oleh pedagang,” tuturnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ribuan Santri Akan Kembali Mondok, Pemkab Bangkalan Siap Danai Sterilisasi Ponpes

Diterbitkan

||

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat diwawancarai
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat diwawancarai

Memontum Bangkalan – Menjelang kembalinya santri ke masing-masing pondok pesantren yang ada di Bangkalan, pemkab Bangkalan akan melakukan sterilisasi tiap pondok. Hal ini dilakukan karena physical distancing sulit diterapkan di kawasan ponpes.

Bupati Bangkalan sekaligus ketua satgas percepatan penanganan Covid-19, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan untuk kesiapan kedatangan santri.

“Kami ada bantuan untuk ponpes diantaranya vitamin, masker, tempat cuci tangan dan juga sterilisasi ponpes,” ucapnya, Kamis (4/6/2020).

Ia mengatakan, tak mengharuskan ponpes memulai proses belajar mengajar di pondok. Hal tersebut dikarenakan tergantung pada kesiapan masing-masing pondok baik dari segi penanganan kesehatan maupun para pengajar.

“Kami bebaskan tergantung kesiapan masing-masing, untuk pondok dengan jalur pendidikan formal melalui Kemenag dan Disdik akan mengacu pada keputusan yakni masuk tanggal 13 juli mendatang kalau tidak ada perubahan,” terangnya.

Sementara itu KH Nasih Ascal salah satu pengasuh ponpes Syaikhona Moh Kholil Bangkalan pihaknya telah menyiapkan panduan penerimaan santri baik santri baru atau santri lama. Namun demikian, ia mengaku ada himbauan dari persatuan ponpes NU untuk menunda santri masuk.

“Dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) mengimbau untuk penundaan santri. Namun, akan kembali pada kesiapan masing-masing ponpes,” tuturnya.

Ia menambahkan, konsep kembalinya santri akan dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, beberapa ponpes menerapkan peraturan agar para santri membawa surat sehat saat masuk ke pondok.

“Sekali lagi tergantung masing-masing pondok, ada yang mengharuskan membawa surat sehat ada yang tidak. Yang pasti ponpes akan menaati penerapan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,” pungkasnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ruang Isolasi RSUD Syamrabu Penuh, Satgas Siapkan Rumah Observasi

Diterbitkan

||

Satgas percepatan penanganan Covid-19 meninjau lokasi RS Darurat
Satgas percepatan penanganan Covid-19 meninjau lokasi RS Darurat

Memontum Bangkalan – Melonjaknya angka pasien positif Covid-19 membuat ruang isolasi RSUD Syamrabu penuh. Akibatnya, satgas percepatan penanganan Covid-19 harus menyiapkan ruang isolasi tambahan agar seluruh pasien dapat dirawat.

Bupati Bangkalan sekaligus Ketua satgas percepatan penanganan Covid-19 Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, rumah observasi yang bertempat di Balai Diklat itu bisa digunakan mulai esok.

“Meningkatnya jumlah OTG dan PDP membuat RS penuh. Sehingga kita fungsikan balai diklat ini. Ada tujuh pasien yang belum diisolasi,” ujarnya, Rabu (3/6/2020).

Diketahui, ruang isolasi di rumah sakit berjumlah 56 kamar tidur telah penuh. Sehingga satgas menyiapkan kamar darurat sebanyak 25 ruang tidur dengan 50 kasur.

“Jadi yang berstatus OTG dan tidak mendapat kamar di RSUD, baik yang menunggu hasil swab atau yang positif akan masuk disini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo mengatakan, di rumah observasi tersebut akan ditempatkan 2 perawat, 1 dokter dan juga satu supir yang berjaga tiap 24 jam.

“Ada 50 kamar tidur yang kami siapkan yang akan dijaga oleh 2 perawat, 1 dokter dan satu supir dalam waktu 24 jam non-stop,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebanyak 7 pasien yang belum dievakuasi akan segera dijemput esok hari dan langsung diisolasi di rumah observasi di balai diklat tersebut. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler