Connect with us

Hukum & Kriminal

Lama Mati Suri, Saber Pungli Ciduk Kepala Pasar Blega, Barang Bukti Hanya Rp 600 Ribu

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP David Manurung saat dikonfirmasi
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP David Manurung saat dikonfirmasi

Memontum Bangkalan – Lama tak terdengar gaungnya, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Bangkalan berhasil mengamankan sembilan petugas pasar Blega kemarin (14/10/2019). Polisi menemukan uang tunai Rp 600 ribu hasil pungli retribusi parkir di lokasi tersebut.

Satu diantara petugas tersebut yakni Kepala Pasar Blega berinisial R sedangkan lainnya pegawai sipil dan satu Tenaga Harian Lepas (THL). Saat ini polisi terus mendalami kasus tersebut untuk mengusut lebih dalam.

“Kami terus lakukan pengembangan, dan hasil pemeriksaan kasus dugaan pungli Pasar Blega akan dilaporkan ke Tim Yustisi Kejari Bangkalan,” Ucap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP David Manurung.

Meski kembali menunjukkan diri, Tim Saber Pungli dinilai belum maksimal dalam menuntaskan pungli di berbagai lini di Bangkalan. Sebab, Saber Pungli di Bangkalan, sudah dibentuk lama. anggaran yang digelontorkan pertahun juga tidak sedikit sedangkan tidak ada prestasi dalam jangka dua tahun terakhir.

Salah satu aktifis sekaligus Ketua Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijaya menilai, OTT (operasi tangkap tangan) kepala pasar Blega sebagai langkah awal pengungkapan praktik pungli. Namun, ia menyayangkan berbagai pungli yang terjadi pada radius hitungan meter dari Mapolres tak juga terendus.

“Pungli di Bangkalan nyaris terjadi di semua lini. mulai urusan dokumen kependudukan, perijinan, usaha, lelang, pengujian kendaraan, sertifikasi guru, pensiun, rekomendasi cerai, parkir, retribusi, pendidikan, kesehatan, administrasi ASN, dan masih banyak lagi. Kalau masalah kutipan parkir, nggak usah jauh2 ke Blega. di sekitar Markas Polres Bangkalan, juga ada, ” Jelasnya.

Ia pun berharap, pungli di Bangkalan dapat diatasi dengan serius, profesional dan tidak jalan ditempat. (Isn/nhs/yan)

 

Hukum & Kriminal

Marak Mercon di Lebaran Ketupat, Polisi Sita Puluhan

Diterbitkan

||

Sekumpulan remaja diimbau tak nyalakan petasan
Sekumpulan remaja diimbau tak nyalakan petasan

Memontum Bangkalan – Puluhan selongsong mercon disita polisi saat dinyalakan di berbagai tempat. Dalam perayaan lebaran, mercon atau petasan biasa digunakan masyarakat untuk meramaikan perayaan tersebut namun disisi lain hal tersebut menggangu dan membahayakan.

Agar hal tersebut tak terjadi terus menerus, polisi melakukan razia diberbagai tempat. Dari razia ini, polisi berhasil menyita puluhan petasan rakitan dalam ukuran besar dan kecil.

Petasan ini dinilai cukup membahayakan sebab memiliki daya ledak yang besar hingga dapat melukai anggota tubuh orang yang menyalakan. Tak hanya itu, bunyi yang dihasilkan juga cukup keras sehingga menganggu masyarakat lain.

Kanit Pidek Polres Bangkalan, Bripka M Nurcahyo mengatakan razia petasan ini dilakukan agar tak menggangu dan membahayakan masyarakat. Tak hanya dilakukan unit Pidek, namun anggota polisi lain juga melakukan razia dan telah dibagi dalam tim.

“Dari Socah dan Sembilangan ada puluhan petasan yang berhasil kami amankan, dan kami terus melakukan razia diberbagai lokasi yang sudah dibagi pertim,” ujarnya, Minggu (31/5/2020).

Ia mengatakan, dari razia tersebut beberapa orang kabur dan meninggalkan petasan serta di lokasi lain petugas berhasil mengamankan 6 pemuda yang menyalakan petasan tersebut.

“Ada yang kabur dan ada yang berhasil diamankan. 6 orang tersebut kami himbau agar tak menyalakan petasan lagi,” tambahnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Klampis ini mengatakan, petugas terus bergerak menyisir seluruh lokasi sebab di hari lebaran ketupat ini antusias masyarakat menyalakan petasan masih cukup tinggi.

“Ada beberapa titik lain yang sudah menjadi sasaran razia petugas,” pungkasnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sebulan Berlalu, Polisi Telah Panggil 6 Saksi Kasus Pembobolan Gedung Baru DPRD

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polres Bangkalan, Agus Sobarnapraja
Kasatreskrim Polres Bangkalan, Agus Sobarnapraja

Memomtum Bangkalan – Kasus pembobolan gedung baru DPRD Bangkalan terus bergulir dan telah diselidiki oleh Polres Bangkalan. Sebanyak 6 saksi telah dipanggil dan hingga kini masih terus dikembangkan.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pengungkapan sesuai dengan strategi yang dimiliki. Pihaknya berupaya dapat mengungkap pelaku pembobolan itu dalam waktu dekat.

“Saat ini masih terus berjalan pemeriksaan, sudah ada 6 saksi yang kami panggil dan itu dari segala pihak terkait,” ucapnya, Rabu (13/5/2020).

Agus menyebut, hingga kini kerugian ditaksir sebanyak Rp150 juta untuk pembelian berbagai barang yang dicuri. Namun nilai tersebut belum termasuk nilai kerusakan yang terjadi akibat pembobolan.

“Kerugiannya kalau sesuai harga pembelian barang yang dicuri itu Rp 150 jutaan, karena yang ada di ruang cctv diambil semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Tata Bangunan dan Gedung PRKP Bangkalan, Nur Taufiq mengatakan pihaknya belum bisa memastikan siapa pihak yang harus melakukan ganti rugi. Pasalnya, kejadian termasuk tindak kriminal dan belum diketahui siapa pelaku dari kasus tersebut.

“Kalau yang bertanggungjawab terhadap kerusakan gedung, karena saat ini masih masa pemeliharaan jadi masih tanggungjawab pengelola. Namun untuk kerugian barang yang dicuri, kami masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin (13/4/2020) petugas yang biasa membersihka gedung baru DPRD Bangkalan menemukan isi gedung berserakan pada pagi hari. Ia menemukan seluruh pintu terbuka dan beberapa barang hilang. Sejak saat itu, pihak PRKP melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan untuk pengungkapan pelaku. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

8 Gembong Rampok dan Curanmor Digulung, Polisi Kejar 9 Buronan

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan merilis ungkap kasus 3C
Kapolres Bangkalan merilis ungkap kasus 3C

Memontum Bangkalan – Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus Curat, Curas dan Curanmor yang beraksi di Bangkalan. Sebanyak 8 pelaku berhasil ditangkap dan 9 DPO masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, dalam kasus ini terdapat satu kasus yang menonjol yakni tindak Curas di akses jalan menuju jembatan suramadu. Di kasus tersebut, pelaku menggunakan parang untuk melukai korbannya.

Aksi tersebut dilakukan oleh AF (21) warga Kecamatan Tragah, Bangkalan serta dua rekannya MT (25) dan JP (29) tahun warga Kecamatan Labang, Bangkalan. Mulanya, ketiga pelaku terlibat kasus penggelapan, namun saat digeledah, ketiganya memiliki barang bukti dua buah kunci T dan beberapa anak kunci serta sebilah parang.

“Jadi, semula ketiganya kita periksa karena kasus penggelapan. Namun saat penggerebekan ditemukan barang bukti tindak kejahatan curas dan curanmor di lokasi persembunyiannya,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Saat dilakukan penangkapan, ketiganya melakukan perlawanan sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur. Ketiganya dilumpuhkan saat kabur dari kejaran polisi.

“Dari kasus ini, ada 6 DPO yang sedang kami kejar,” ucapnya.

Sementara itu di 3 kasus lain, polisi mendapat 3 DPO yang terlibat. Tak hanya itu, satu pelaku kasus curas merupakan pelaku di bawah umur.

“Total kita ada 8 tersangka dan satu tersangka anak dibawah umur. Dari 8 pelaku yang terbagi dalam 4 kasus ini, ada 4 pelaku merupakan residivis yang baru bebas Desember lalu dan bukan melalui proses asimilasi,” pungkasnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler