Berita

Endus Jual Beli Jabatan, RAR Tuntut Lelang JPT Diulang

Diterbitkan

-

Risang Bima Wijaya saat berorasi didepan kantor Pemkab Bangkalan,(2/9/2019)
Risang Bima Wijaya saat berorasi didepan kantor Pemkab Bangkalan,(2/9/2019)

Memontum Bangkalan – Aktivis Rumah Advokasi Rakyat (RAR) menduga dalam proses lelang jabatan yang saat ini sedang menunggu hasil keputusan terdapat jual beli jabatan. Akibatnya, RAR melakukan aksi demo didepan kantor Pemkab Bangkalan dan meminta untuk proses lelang tersebut diulang.

Dugaan tersebut diperkuat dengan tidak lengkapnya syarat yang yang diajukan oleh calon Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Salah satunya, adanya calon yang masa kerjanya tidak sesuai dengan ketentuan yakni minimal 2 tahun atau 24 bulan.

Tak hanya itu, RAR juga menemukan adanya berkas yang tidak lengkap yang harus disertakan dalam seleksi awal administrasi. Contohnya, hasil pemeriksaan tes psikologi yang dikeluarkan RSUD Syamrabu tidak lengkap.

“Maka jika secara administrasi itu sudah cacat, kenapa bisa sampai ke tahap ahir. Kami meminta lelang jabatan ini di ulang,” ucap Ketua RAR, Risang Bima Wijaya,(2/9/2019).

Advertisement

Selain itu, Risang menduga ada ‘permainan’ pada dua instansi yakni Inspektorat dan BKPSDA. Keduanya diduga sama-sama pasang ‘tarif’ untuk menandatangani berkas tertentu.

“Keduanya itu berselingkuh, hasil anak haramnya itu salah satunya ya pejabat-pejabat yang ada dalam lelang itu,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Moh Fahri, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah mengaku akan menyampaikan hal tersebut pada Bupati. Sebab, saat massa mendemo Pemkab, Bupati sedang melakukan kegiatan dinas luar kota.

“Saya akan sampaikan seluruh aspirasi ke bapak bupati, sebab beliau saat ini sedang ada tugas luar kota,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

Advertisement

 

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas